TereLiye's Quote


1.) Dusta Yang Menyenangkan

Telah tiba masa, ketika orang-orang lebih memilih hura-hura, pesta, lagu, makanan, dan hiburan lainnya dibanding takjim belajar membaca buku atau mendatangi guru-guru.

Untuk kemudian, saat sadar hidup mereka ternyata palsu, ditelikung beban hidup, mereka baru tertatih mencari tahu apa arti kehidupan. Amboi, bagaimanalah mereka akan mendapat jawab? Selama ini mereka tidak peduli untuk bertanya.

Telah tiba masa, ketika orang-orang lebih memilih harta benda, kesuksesan fisik, saling pamer, bangga sekali atas hal yang tidak hakiki. Hal-hal kecil dipamerkan, hal-hal kecil diumumkan. Apalagi yang besar, berebut, setiap hari dilakukan.

Untuk kemudian, saat sadar hidup mereka dusta, kosong belaka, penuh masalah, mereka baru bergegas mencari esensi kehidupan. Aduhai, bagaimanalah mereka akan memahami? Jika selama ini semua nasehat toh dianggap dongeng belaka.

Sungguh, tidak tahukah kalian. Dunia ini adalah dusta yang menyenangkan. Kematian adalah kebenaran yang sangat menyakitkan. Maka jangan tertipu, jangan tertukar. Karena sejatinya, kebenaran adalah kebenaran. Kita tidak akan bisa lari darinya.

Selama-lamanya. Tidak akan pernah bisa lari.


2.) Teman sejati itu adalah,

Yang bersedia mendengarkan hal-hal tidak penting, norak, penuh drama hidup kita. Lagi, lagi dan lagi, dan dia tetap bersedia mendengarkan.

Yang bersedia menampung sebal, marah, bete, rahasia hidup kita. Lagi, lagi dan lagi, dan dia tetap menampungnya tanpa bocor sedikit pun ke orang lain....

Yang bersedia melakukan hal-hal keren, menakjubkan, petualangan, seru, "gila/crazy", bersama kita. Lagi, lagi dan lagi, dan dia selalu menemani, tertawa riang.

Yang ketika kita duduk bersamanya. Hanya duduk. Tanpa sepatah katapun. Menghabiskan waktu bermenit-menit, bahkan berjam-jam, saat usai, kita merasa itu adalah kebersamaan yang sangat spesial.


3.) Keinginan adalah keinginan. Mau sebesar apapun keinginan itu, tetap saja dia adalah keinginan. Dan rahasia terbesar keinginan adalah: dia hanya sebuah keinginan.

Sekali kita bilang, cukup, tidak. Maka mau apapun yang terjadi, mau demo, mau protes, mau bilang apa, mau apapun, hilang sudah keinginan tersebut.

Nah, sayangnya, lebih banyak orang membiarkan dirinya dikendalikan keinginan, dibelenggu oleh keinginan, dan lama-lama berubah menjadi keinginan itu sendiri.

--Tere Liye

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sometimes ,Bad Day

KORWIL

Something feels