Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Masa Kurcaci

Uang Parang2 + 3 Kurcaci Baiklah, saya akan memulai cerita legend ini. Sebelumnya saya memperkenalkan para inti figurannya. Uang Parang2 adalah Uang Kertas seribu 3 Kurcaci adalah anak tinggal yang berkediaman disalah satu pelosok kota baubau, yang bernama Inal , Randy dan Adan (Alm) Tujuan menulis ini saya mengenang adik kecil kocak dan cerdik usai kepergianNya. Bagaimanapun saya pernah melalui perasaan jadi anak dirantau sejak dini bersamanya. Tahun 2011 silam tepat saya masih meduduki bangku kelas 2 SMP, si Inal masih kelas 6 SD dan si Adan masih kelas 1 SD. Setelah maghrib kami melakukan ritual "pergi mengaji" di rumah kaka sepupu yang memang biasa ajar anak-anak mengaji, hingga tante kami berinisiatif untuk mengikutkan kami mengaji setiap malamnya.. Maklum masih labil, bawaannya ikut2 saja.. Dan akhirnya banyak juga yang ikut mengaji. Tepat usai maghrib kala itu, kami dengan senang pergi melakukan rutinitas bertiga kita, pergi mengaji dan pulang dengan gembir...

Puisi "Sugesti"

Sugesti Oh sugesti mengapa engkau kembali mengingatkan kejadian silam yang bejat Oh sugesti akan kah engkau mengakar dalam pikiran buram ini, sampai aku melupakan semuanya Oh sugesti engkau membukam tersirat habis masa bejat yang sangat memalukan Sampai kapan engkau memberi pemberitahuan setiap kali aku mengingatnya Sampai kapan engkau melakukan kode buruk ini Sungguh aku tak mengerti menjelang usia yang semakin habis ini Masih adanya engkau yang mewarnai masalalu itu Bisakah engkau lari , bertanda aku tak membutuhkan engkau lagi Bahwa itu hanyalah pengalaman singgahan dalam hidup ini dan akan terlupakan semuanya.. Apakah engkau mau? Jujur saya tak sanggup dengan kebiasaan ini Dengan setiap saat memandang keburukan itu lagi, lagi dan lagi. Dan sampai hari ini kode itu pun selalu singgah di pikiran ini. Apakah itu wajar? Apakah itu baik? Saya tidak tau pasti, engkau masih selalu menyapaku tanpa izin dan secara spontan mengabarkan itu.. Sudahlah, aku hanya berharap u...