My Story
Kebal
Malam yang diguyur deras hujan yang takaruan akan pengaturannya, hingga sebagian besar orang merasa heran dengan keadaan diawal hari yang berkah ini, mengatakan dan berprasangka buruk akan Rahmat dari sang Pencipta. Saya pun awalnya ikut memorandakan demikian, tapi itu hanyalah puitis dari siraman lidah yang lewat..
Ditambah suasana hening yang menjadikan malam ke-2 dibulan yang berkah ini menjadikan sunyi sendu, tak ada siapapun yang mau beraktifitas dan ikutserta kegiatan kalau memang tidak penting.
Saya Pribadi, malam ini melanjutkan aktifitas yang selalu dilakukan, yang menjadi ritual setiap harinya, (pasca terjadi musibah silam) , tapi kali ini berbeda, dan dari awal saya menjaga warung ini, baru pertama saya mendapat pandangan seperti nya mereka merendahkan prioritas kita, bukannya mau menghardik, tapi saling menghargai ndak ada salahnya kan? Hehe..
Pukul satu malam, dan waktupun ikut berjalan dengan biasanya, tibalah salah seorang pembeli ke warung. Awalnya tak memberikan identitas ,hanya sekedar bertanya. Kemudian dia balik bertanya kembali dan seolah-olah membuat dan meninggikan derajat dia. Sehingga beranggapan kita takut kepadany,entahlah .hehe . anggap apalah kita yang sebagai panjaga dan tak mengetahui apa2..mereka tidak mengetahui siapa sebenarnya kita. Dengan gampangnya merendahkan.. Disini saya tidak berniat menghardik apapun, dan pihak apapun.
Mengingat kejadian seperti ini, Saya pikir ini ritual yang saya biasa hadapi, kembalikan pada diri sendiri saja.. Mengapa harus marah.. Yang penting sudah diberitahu, dan tinggal kepada hati nurani mereka.. Semoga pribadi sudah Kebal menghadapi seperti ini ,Pelajaran sih? Iya.. Bisa mengendalikan emosi dan belajar menghadapi karakter orang lain..
Terakhir, Ini bulan penuh berkah, Semoga ada hijrah didalamnya.. :-)
*don't ask who he is?
Komentar
Posting Komentar