Puisi "Penghujung Malam"
Penghujung Malan
Hati yang terbelenggu memikirkan pikiran yang terjadi hari ini.
Peristiwa yang tidak biasa terjadi
Tetapi berhari-hari dilewati
Aku tak mampu menyimpulkan ini
Menunggu jawaban dari sang pencerah, yang entah kapan datannya
Menemuiku, memberitahu aku bahwa ini lah yang mesti kau lakukan demi kebaikan
Demi kemaslahatan diusiamu sekarang
Tapi kenapa hati ini tak bergerak menelaah semua itu.
Hanya mengikuti arus lingkungan
Tanpa mengambil hikmah di peristiwa itu.
Sebenarnya ketakutanku menanyakan atau tidak adanya ketertarikan
Kedua pilihan yang ganjil
Menjadikan hati bertanya-tanya
Kau anggap apa aku layaknya pujangga ini
Peristiwa itu jelas asing dan membawa kesan setiap orang yang melihat kita
Tapi apa sebenarnya yang kau rasakan terhadap tindakan ini,
Apakah memang ada rasa? Atau aku yang menganggap biasa begitupun engkau.
Tapi serendah inikah penjelasannya?
Aku tak berpikir lebih tentang ini, tapi apakah engkau ada rasa?
Aku tak sanggup menjelaskan persaanmu ,karen begitu susahnya wahai kaum kalian.
Aku menganggap mu awalnya biasa saja, tetapi waktu menjelaskan ketidak mungkinan.
Sampai aku tidak enak dengan perasaan ini dan tindakan ini.
Tetapi apalah ,saya hanya laki-laki yang tidak peka.
Menganggap itu biasa, dan anggap kalian teman saja
Karena membuat aku, binggung dengan kejadian tiap harinya, apa harinya itu, sempat menjelaskan.
Aku hanya bisa datar dan datar saja.
Aku suka dengan gayamu yang suka membaur
tapi apakah engkau demikian, ? Aku pikir tidak saya tidak layak, karena gayaku yang calm and difficult to make explained..
karena ketika bertemu kamu,aku hanya diam, tidak tau ingin membuka topik apa..
Hingga waktu yang menjelaskan.
Sampai kapan pun, hubungan ini mungkin saja tak bernama. Karena datarnya aku atau penjelasan hatimu yang susah, karena aku sadari. Kaum engkau susah diterka hatinya
Randy, Malam Yang Kelam dengan genggaman hati
yang bimbang
03.35 am.
Komentar
Posting Komentar