Puisi "Wahai Engkau, Penggemarku"
Wahai Engkau, Penggemarku
Awal pertemuan kita membawa kesan yang hambar
Ketika itu aku merasa semua itu datar saja
Engkau yang menjadi pertama perihal menghubungiku
Dan aku menjawab dengan seadanya tanpa berlebihan
Waktu berjalan begitu cepat
Mengisi dunia obrolan kita mengulur panjang
Bertanya tentang hal personal
Hingga kadang kelewatan
Tapi sejak itu, aku masih enggan menemuimu
Memang ada acuan yang menyatukan kita
Tapi itu mengakang begitu saja
Tanpa ada rasa dekat
Tapi lama untuk menjwab semuanya
Suatu saat ada saja kejadian yang mempertemukan kita
Bukan dari kemauan kita
Tapi mungkin ini dariNya
Ada saja hal dekat yang menyatukan
Satu hal yang aku suka dari engkau
Engkau selalu asik dan nyaman diajak bicara
Tapi waktu menjawabnya saat ini
Kini engkau sedang diperantauan
Mengejar mimpimu sebagai Akuntan
Yang bekerja ditempat bergengsi
Aku hanya bisa menetap di kampung halaman
Mengingat ilmu pengetahuanku yang tak memadai, dibanding engkau
Tapi Syukur, hubungan kita tak berhenti disitu
Masih saja hubungan kita jalani sebagaimana biasa
Terkadang aku yang cerita begitupun sebaliknya, tentang apa saja itu
Aku berharap nanti bisa menemuimu lagi
Ketika engkau pulang dikampung halaman
Entah kapan itu, pokoknya aku harus menemuimu
Katanya kamu pulang di Bulan-bulan akhir. Itu pasti, aku menunggumu
Walaupun kami tak mempunyai hubungan
Tapi aku adalah fans terbaikmu
Entah kau mengetahuinya iya atau tidak.
Aku suka dengan semangat belajarmu yang begitu tinggi
Bahkan aku terkalahkan.
Memang engkau Wonderfull women..
Aku selalu menunggumu.
Randy Pratama Harja.
Komentar
Posting Komentar